Perjalanan Pulang dari Bandung Part II

March 08, 2018


Ada satu lagi cerita dari gunung salak yang menarik perhatian saya dan warga dunia saat kejadian itu terjadi. Tepatnya ditaun 2015 pesawat sukhoi super jet 1000 buatan Rusia yang dibeli oleh Indonesia jatuh digunung salak saat pecobaan penerbangan. Penyebabanya adalah pilot pesawat tidak mengetaui adanya gunung karena terhalang oleh kabut tebal. Begitupun sistem sensor navigasi dari pesawat sukhoi yang tidak dapat mendeteksi adanya sebuah penghalang didepannya. Sangat aneh sekali bagi saya, pesawat dengan teknologi super canggih buatan Rusia Sukhoi Super Jet 1000 tidak dapat mendeteksi sebuah gunung didepannya.
Cerita mbk galuh pun berlanjut. Saat seorang temannya yang menjadi relawan bercerita tentang kondisi pesawat dan penumpangnya pasca kejadiaan naas tersebut. Seluruh badan pesawan hancur parah begitupun dengan para penumpang yang badannya sudah tidak utuh lagi.
Ada cerita dibalik tragedi sukhoi di gunung salak. Cerita mbk galuh lagi saat evakuasi berlangsung. Ada seorang lelaki mendatangi Tim SAR. Beliau menyebut nama anaknya berulang-ulang dan ingin bertemu. Kata seorang relawan kepada lelaki tersebut “bapak akan bertemu dengan ana bapak, tapi  bapak jangan kaget ya..., karena kondisi anak bapak sudah tidak seperti dulu lagi”. Cerita dari masyarakat, anak si bapak tersebut adalah seorang pramugari yang cantik jelita. Berbeda dengan profesi bapaknya yang hanya seorang OB. Saat ingin berangkat, si bapak berpesan kepada anaknya sekedar mengucapkan kata “hati-hati”, tetapi pesan tersebut tidak diindahkan oleh sang anak, dia malah meludahi bapaknya sendiri. Barangkali si bapak tidak merasa nyaman dengan kelakuan anaknya. Saat dipertemukan dengan anaknya, si bapak terus menagis dan memberi ucapan maaf kepada anaknya.
Lain cerita dengan tragedi sukhoi. Gunung Salak ternyata mempunyai kisahnya sendiri. Agak mistis memang, menurut penduduk sekitar gunung salak yang mempercayai cerita nenek moyangnya. Konon katanya Raja tanah Pasundan Kerajaan padjajaran yang terkenal bijaksana yaitu Prabu Siliwangi menghilang di Gunung Salak bersama para pengikutnya karena ingin menghindari perselisihan dengan keturunannya yang ingin menyebarkan agama islam sedangkan Prabu Siliwangi sendiri masih mengikuti keyakinan leluhurnya.
Aku dan Mbk Galuh berpisah di Stasiun Lempuyangan. Ia mengakhiri perjalanannya disana dan aku melanjutkan perjalanan ke Surabaya.






Sumber cerita : Mbk Galuh. Semoga semua acaranaya lancar ya mbk... amiiin...

You Might Also Like

0 komentar