Perjalanan Pulang dari Bandung Part I
March 06, 2018
Pagi jam 05.35 kereta Api Pasundan
berangkat dari stasiun Kiaracondong Bandung menuju stasiun tujuan akhir
Surabaya Gubeng. Aku berada di gerbong satu tepat dikursi 22E. Seorang wanita berhijab
disampingku menggunakan jaket eiger, begitupun tas punggung, sandal, dan tas
slempang yang dia pakai. Setelah melalui proses kenalan dan saling tanya-tanya,
ternyata wanita tersebut bernama Galuh, usia 28th, asli Bandung dan baru pindah
kerja ke Bandung (semenjak lulus kuliah, mbk galuh kerjanya di Bogor).
Dalam perjalanan kali ini mbk
Galuh menuju kota Yogjakarta untuk menghadiri wisuda seorang teman. Saat ditanya
“kenapa masih belum menikah mbk?” ia menjawab “doain aja ini masih proses. Lagian
aku mah santai orangnya” dengan logat sundanya. Ternyata wisuda seorang teman
itu adalah kekasihnya.Sehari setelah acara wisuda selesai, mbk galuh dan
kekasihnya + orang tua sang kekasih akan pergi menuju bandung untuk melamar mbk
galuh. Lucu sekali, saat perjalanan dari Surabya ke Bandung aku bertemu seorang
pria asli sunda yang bekerja di Surabaya ingin kembali ke Tasik Malaya membawa
keluarganya ke Surabaya untuk meminang gadis pujaannya. Berangkat dan Pulang
ketemu sama orang yang mau menempuh hidup baru hehe. Tapi bukan itu yang mau
aku ceritakan.
Lain cerita dengan acara
lamarannya, ternyata mbk galuh adalah seorang pendaki gunung. Selama perjalanan,
ia bercerita tentang gunung apa saja yang sudah dia taklukkan di pulau jawa. Hobi
mendaki gunung sudah ia tekuni semenjak kuliah. Dan saat bekerjapun ia
sempatkan untuk mendaki gunung disetiap minggunya.tapi ada satu gunung yang
menarik perhatian saya dari sekian gunung yang mbk Galuh ceritakan. Gunung yang
berada di tanah pasundan, yaitu Gunung Salak lokasi tepatnya berada di
Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Hawa disekitar gunung salak
selalu dingin. Padahal ketinggiannya hanya 2000mdpl dan selalu diselimuti oleh
kabut. Medan yang dilaui untuk mendaki gunung adalah jalan setapak yang licin,
becek, dan berlumpur adalah surga bagi hewan seperti cacing dan lintah. Jarak pandang
tidak begitu jelas karena terhalang oleh kabut. Sedikit sekali orang yang
berhasil menuju puncak gunung salak dan tak sedikit pendaki yang hilang. Sampai
saat inipun mbk galuh masih belum bisa menaklukkan pucak Gunung Salak. Salah satu
keinginannya yaitu bisa sampai dipuncak gunung salak.
Ada satu lagi cerita dari gunung
salak yang menarik perhatian saya dan warga dunia pada saat kejadian itu
terjadi di tahun 2015.
Berlanjut ke Perjalanan Pulang dari Bandung Part II
0 komentar